Play - Bermain dengan Kacamata Bijak
Bermain: Proses Belajar yang Tak Terlihat
Fakta menarik menunjukkan bahwa di Denmark, anak-anak tidak diperbolehkan memulai sekolah formal sebelum usia 7 tahun. Sekolah yang dimaksud di sini adalah sekolah dengan struktur yang terorganisir, di mana anak harus duduk manis sejak pukul 7.00 pagi hingga sekitar pukul 8.30, lalu istirahat, dan kembali belajar dari pukul 9.00 hingga bahkan 10.30. Mereka dituntut untuk mendengarkan penjelasan guru dengan seksama, berkonsentrasi penuh selama kurang lebih 90 menit.
Namun di Denmark, pendekatannya berbeda. Bahkan anak-anak berusia 10 tahun ke bawah, setelah pulang sekolah pukul 2.00 siang, memiliki hak istimewa untuk mengikuti skolefritidsordning, yang secara harfiah berarti free time school. Di tempat ini, anak-anak justru dihimbau untuk bermain, bereksplorasi, dan menikmati waktu luang mereka sebagai bagian dari proses tumbuh kembang yang alami.
Lewat bermain, anak-anak sejatinya sedang berlatih untuk menjadi pribadi yang tangguh. Mungkin tidak banyak orang yang tahu bahwa Lego berasal dari Denmark. Permainan berbentuk blok warna-warni yang awalnya dibuat dari kayu. Lego merupakan singkatan dari kata leg godt, yang artinya "bermainlah dengan baik".
Dalam dunia permainan, konflik adalah hal yang lumrah. Rebutan mainan, berebut peran, kecewa karena kalah, hingga rasa tidak nyaman karena tak mendapat giliran. Semua itu mungkin terlihat sederhana di mata orang dewasa, tapi bagi anak-anak, itulah ujian kecil yang membentuk mereka.
Dari situ mereka belajar bangkit. Membangun kemampuan untuk "bounce back" mengelola emosi, menghadapi stres, dan mencari solusi, meski dalam skala yang kecil.
Konflik-konflik ringan itu secara perlahan mengasah ketangguhan jiwa mereka. Sebuah modal penting untuk masa depan.
Selain itu melalui bermain anak-anak juga belajar seni bersosialisasi. Mereka mulai memahami bagaimana menjalin pertemanan, mengenal dinamika dalam hubungan sosial, berkenalan dengan teman baru, bernegosiasi dengan teman lama, belajar berbagi, dan menyusun kesepakatan kecil dalam permainan.
Di sanalah mereka mengasah keterampilan hidup yang tak selalu diajarkan di bangku sekolah. Keterampilan yang tak tertulis dalam buku teks, namun sangat penting dalam kehidupan nyata.
Ketangguhan yang tumbuh dari proses ini bukan sekadar karakter, melainkan semacam pelindung. Anak-anak yang tangguh umumnya lebih mampu menghadapi tekanan. Dan hal ini dapat membantu mencegah kecemasan maupun depresi sejak dini.
Maka, bermain sejatinya bukan sekadar aktivitas penuh tawa dan canda. Di balik suara riang dan langkah kecil yang berlari ke sana ke mari, ada proses pembelajaran yang mendalam. Pembentukan mental, emosi, dan resiliensi yang sering kali tak terlihat oleh mata dewasa.
Bermanfaat? Bantu kami tetap menulis dan berbagi 📚
💛 Dukung Kami >
Last updated: 2025-06-27 06:44:52