The Danish Way of Parenting

Play - Bermain dengan Kacamata Bijak
Dunia Anak yang Disalahpahami

Adab yang baik dalam berbicara dengan anak-anak adalah menyesuaikan diri dengan level mereka, baik secara bahasa maupun sikap. Kita bisa bersimpuh hingga sejajar dengan pandangan mata mereka. Cara sederhana ini membuat anak merasa lebih nyaman dan merasa tidak dihakimi. Bersimpuh bukan karena mereka lebih rendah, tetapi karena kita ingin benar-benar hadir. Gestur kecil namun bermakna besar. Terkadang anak tidak butuh jawaban teoritis dan logis. Mereka hanya ingin suara mereka didengar, perasaan mereka diakui. Dan semua itu bermula dari cara kita memperlakukan mereka sebagai manusia seutuhnya.

Maka, meluangkan waktu sejenak untuk meminjam kacamata mereka, melihat dunia dari sudut pandang seorang anak, bukanlah perkara membuang-buang waktu. Justru, sering kali hal ini membuka jalan bagi kita untuk memahami lebih dalam dan meraih sesuatu yang lebih besar.

Kami memahami, sebagai orang tua, adalah sebuah keniscayaan untuk terus berupaya memberikan yang terbaik bagi anak-anak.

Namun sering kali, kita hanya menilainya dari sudut pandang orang dewasa tanpa benar-benar menelusuri dunia kecil yang sedang mereka bangun.

Kita terlalu fokus pada hasil. Bagaimana agar mereka menjadi juara kelas, menembus tim nasional, atau kelak tumbuh sebagai pengusaha sukses. Maka demi harapan itu, orang tua rela memprogram hidup anak-anak dengan berbagai les dan kegiatan tambahan. Hari Sabtu pun tak lagi menjadi ruang bebas. Jadwal mereka padat oleh agenda yang kita susun demi "masa depan".

Tapi kita sering lupa bahwa jalan menuju masa depan itu berbeda bagi setiap anak. Proses mereka tidak bisa disamakan. Dan percaya tidak percaya, aktifitas bermain, yang sering dipandang sepele. Padahal bermain adalah bagian penting dari proses itu. Bukan sesuatu yang sia-sia, tapi justru pondasi bagi tumbuhnya jiwa yang utuh.


Bermanfaat? Bantu kami tetap menulis dan berbagi 📚
💛 Dukung Kami >
  Bagikan

Last updated: 2025-06-27 06:39:20

Dunia Anak yang Disalahpahami