Empathy
Empathy in an Ego-Driven World
Egoisme dan empati berdiri di dua kutub yang saling bertolak belakang. Ego mendorong kita untuk terus berpusat pada diri sendiri. Apa yang aku mau, apa yang aku rasa, apa untungnya buatku. Empati, sebaliknya, mengajak kita keluar dari pusat diri. Ia mengajarkan kita untuk hadir bersama orang lain, melihat dari sisi mereka.
Dan di sinilah letak tantangannya. Empati tidak bisa hidup jika ego terus memimpin. Karena untuk benar-benar mendengarkan, memahami, dan menyentuh hati seseorang, kita harus rela menyingkirkan diri kita sebentar. Bukan menghilangkan diri, tapi menunda keinginan untuk menonjolkan rasa kita sendiri.
Maka tak heran, di tengah dunia yang makin kompetitif dan individualistik, empati jadi terasa langka. Kita terbiasa untuk bereaksi cepat, membandingkan, bahkan menghakimi, tanpa jeda.
Bermanfaat? Bantu kami tetap menulis dan berbagi 📚
💛 Dukung Kami >
Last updated: 2025-06-27 18:59:44