The Danish Way of Parenting

Lebih dari Sekadar Buku Parenting
Default Setting

Setiap manusia lahir dengan pembawaan alami atau dalam islam kita menyebutnya fitrah. Fitrah inilah yang menjadi bekal dasar dalam menjalani hidup. Orang yang mampu mengenali fitrahnya akan memiliki default setting atas dirinya yang lebih terarah, terutama saat menghadapi situasi sulit, penuh tekanan, atau kondisi tidak terduga. Dalam keadaan seperti itu, banyak orang merasa kehilangan arah. Tidak tahu harus berbuat apa. Tidak yakin bagaimana merespons dengan tepat. Bahkan untuk sekadar memahami perasannya sendiri pun terasa sulit. Clueless. 

Namun berbeda halnya dengan orang yang mengenal siapa dirinya dan bagaimana pembawaan aslinya. Ia memiliki pijakan yang lebih stabil. Ia memiliki "setelan pabrik" yang dapat menuntunnya untuk tetap bersikap bijak, bahkan saat dunia terasa semrawut. Dan hal ini tidak muncul tiba-tiba. Ia dibentuk melalui proses. Dari cara seseorang diasuh, dibesarkan, dan dididik sejak dini.

Sebagai seorang muslim, mengenal fitrah berarti memahami siapa kita sebenarnya dan untuk apa kita diciptakan.

Fitrah kita adalah untuk beribadah kepada Allah dan mentauhidkan-Nya. Itulah pondasi yang akan menjaga arah hidup kita tetap lurus, bahkan ketika keadaan di luar tak bisa dikendalikan.

Al Qur'an, sebagai manual book, pedoman hidup manusia yang relevansinya tidak akan pernah luntur oleh zaman secara gamblang menjelaskan hal ini.

Dalam QS. Ar-Rum: 30 Allah Ta'ala berfirman:

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰه
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (islam); (sesuai) fitrah Allah yang Dia telah Menciptakan Manusia berada di atas (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah."

Dalam Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah dijelaskan bahwa Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Agama yang telah Allah tetapkan sejak lahir. Dan siapa pun yang menjaganya, akan menemukan jalan lurus menuju keridhaan-Nya.

Allah juga menegaskan di dalam QS Adz-Dzariyat:

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."
Maka, ketika kita menyadari bahwa fitrah kita adalah untuk beribadah, wajar jika muncul keinginan untuk tahu lebih jauh. Muncul pertanyaan-pertanyaan yang akan membawa kita menuju pemahaman yang lebih dalam tentang tauhid.
Tentang bagaimana mentauhidkan Allah dengan benar, dan bagaimana tauhid yang benar justru membantu kita mengenal siapa diri kita yang sebenarnya. Semuanya saling berkaitan antara mengenal Allah, mengenal diri, dan mengenali tujuan hidup.
Dan untuk bisa memahami semua itu, kita butuh dua hal: berdoa dan belajar. Berdoa agar Allah memudahkan langkah kita, melembutkan hati dan membuka jalan serta pikiran. Lalu belajar, pelan-pelan, satu demi satu agar langkah kita semakin mantap sebagai hambaNya.


Bermanfaat? Bantu kami tetap menulis dan berbagi 📚
💛 Dukung Kami >
  Bagikan

Last updated: 2025-06-27 09:29:52