The Danish Way of Parenting

Authenticity - Menjadi Otentik
Blessing in Disguise

Pujian tidak seharusnya menjadi hadiah yang mudah didapat, apalagi sekadar formalitas. Jika semua hal selalu layak dipuji, maka anak tak lagi punya ruang untuk belajar dan berkembang.

Lalu, bagaimana jika anak mengalami kegagalan?

Apa yang sebaiknya kita lakukan sebagai orang tua?

Apakah kita harus menutupi perasaannya demi menjaga hatinya tetap tenang?

Apakah kita perlu menyalahkan faktor eksternal agar ia merasa lebih baik?

Ataukah tetap memujinya, meski sebenarnya ia belum mengerahkan usaha terbaiknya?

Justru di saat seperti inilah, pendampingan yang jujur dan hangat sangat dibutuhkan. Bukan untuk menghakimi, tapi untuk membantu anak mengenali rasa kecewa, memahami sebabnya, dan menemukan cara untuk bangkit kembali.

Kita tidak harus memberi pujian semu, tapi bisa menunjukkan apresiasi atas usahanya. Kita tidak perlu mencari-cari kambing hitam, tapi bisa mengajaknya merefleksikan apa yang bisa diperbaiki.

Dengan begitu, anak belajar bahwa gagal bukan akhir, dan bahwa kehadiran orang tua adalah ruang aman tempat mereka bisa bertumbuh dalam suka maupun duka.

Sebagai orang tua, kita bukan hanya membimbing anak mengenali dunia, tetapi juga membimbingnya memahami makna di balik peristiwa yang ia alami, termasuk kegagalan, kehilangan, atau hal-hal yang tak sesuai harapan.

Salah satu bekal terpenting yang perlu kita tanamkan sejak dini adalah pemahaman tentang takdir. Bukan dengan penjelasan rumit, tetapi dengan bahasa sederhana yang membumi di hati mereka. Bahwa segala sesuatu yang terjadi, baik maupun buruk, bukan kebetulan. Bahwa semua itu sudah ditetapkan Allah jauh sebelum langit dan bumi diciptakan, tertulis rapi di Lauhul Mahfudz, 50.000 tahun sebelumnya.

Dan yang paling penting, bahwa segala takdir dari Allah pasti mengandung kebaikan.

Jika hari ini kita belum bisa melihat hikmahnya, bukan berarti itu tidak ada. Allah Maha Tahu, sementara kita hanya mampu melihat sejauh yang tampak.

Anak perlu diyakinkan bahwa kegagalan bukan aib, kesedihan bukan kutukan. Semua itu bisa jadi pintu kebaikan yang sedang dibuka oleh Allah, agar mereka tumbuh lebih kuat, lebih sabar, dan lebih dekat dengan-Nya.

Dengan pemahaman ini, anak tidak hanya belajar menerima takdir, tapi juga belajar mencintai proses hidup dengan penuh syukur dan husnuzan pada setiap skenario-Nya.

Allah Ta’ala berfirman,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Datang dari sebuah hadits yang begitu indah, menggambarkan betapa menakjubkannya keadaan seorang mukmin. Dalam setiap keadaan, saat naik maupun turunnya, dalam lapang maupun sempitnya, semuanya membawa kebaikan.

Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya. (HR. Muslim)

Hadits ini bukan sekadar kalimat penghibur, tapi peta arah hati. Bahwa dalam hidup seorang mukmin, tidak ada yang benar-benar sia-sia. Inilah seni menjalani hidup dengan iman. Naik tidak membuat kita sombong, turun tidak membuat kita putus asa. Karena keduanya adalah bentuk kasih sayang Allah yang hadir dalam rupa yang berbeda.



Bermanfaat? Bantu kami tetap menulis dan berbagi 📚
💛 Dukung Kami >
  Bagikan

Last updated: 2025-06-27 06:58:17