Empathy
Kesempurnaan adalah Utopia
Sering kali, daripada menghadapi rasa cemas, tidak nyaman, atau takut, banyak orang justru memilih untuk mematikan rasa. Mereka menyelimuti kegelisahan dengan "obat sementara". Distraksi, penyangkalan, atau topeng kekuatan palsu. Padahal, menutup-nutupi rasa tidak pernah benar-benar menyelesaikan apa yang sedang genting di dalam diri. Itu seperti meredam gejala tanpa menyentuh akar luka.
Bagaimana jika, alih-alih menyangkal, kita mulai berlatih memeluk kerapuhan kita sendiri?
Bagaimana jika, alih-alih menuntut orang untuk tampil sempurna atau bahkan mempermalukan mereka yang tampak lemah, kita justru belajar menelan pil empati. Mencoba untuk mengerti, menemani, dan tidak terburu-buru menghakimi?
Saat kita berhenti mengejar kesempurnaan, baik dari diri sendiri maupun orang lain, kita sedang memberi ruang bagi keaslian, kejujuran. Karena kesempurnaan adalah utopia. Tapi empati adalah nyata. Ia mungkin tidak mengubah dunia seketika, tapi ia melembutkan cara kita melihat manusia, termasuk diri kita.
Bermanfaat? Bantu kami tetap menulis dan berbagi 📚
💛 Dukung Kami >
Last updated: 2025-06-27 18:58:29